Syarif Fasha
JAMBI, SJBNews.
Pilkada serentak 2020 tidak lama lagi akan digelar. Persaingan tiga pasangan calon Gubernur - Wakil Gubernur merebut dukungan semakin ketat.
Salah satu daerah yang menjadi pusat pertarungan adalah Kota Jambi. Sebagai Ibukota Provinsi, pasangan CE-Ratu, Fachrori-Syafril dan Haris-Sani berusaha keras bisa memenangkan petarungan di Tanah Pilih Pesako Betuah ini.
Makanya untuk memenangkan pertarungan, berbagai cara dan strategi dijalankan para paslon.
Salah satunya adalah merebut dukungan Wali Kota Jambi Syarif Fasha. Pasca gagal ikut berkompetisi di hajatan Pilgub Jambi 2020, Fasha masih memiliki pengaruh kuat.
Sebagai pemimpin di Kota Jambi, Fasha memiliki semua infrastruktur untuk memenangkan salah satu paslon di daerah kekuasaannya. Mulai dari basis massa, tim sukses yang sudah teruji dan militan hingga ke tingkat RT.
Selain itu, sebagai kepala pemerintahan, Walikota Kota Jambi dua periode itu juga punya pengaruh kuat terhadap Aparatur Sipil Negera (ASN) di lingkup pemerintahan yang dipimpinnya.
Pertanyaannya, kemanakah arah dukungan Fasha? Sebagai Walikota Jambi, Fasha sudah menegaskan posisinya netral.
Namun secara pribadi, Fasha belum menyatakan secara terus terang mendukung salah satu paslon. Meski demikian, secara inplisit sebenarnya sudah bisa ditebak kemana dukungan Fasha berlabuh.
Fakta di lapangan saat ini sebagian besar tim sukses dan loyalis Fasha memberikan dukungan dan beragabung dalam barisan tim pemenangan CE-Ratu.
Diantaranya Joni Ismed, anggota DPRD Kota Jambi yang terkenal sangat dekat dan sangat loyal ke Fasha.
Kemudian, Zirmanto dengan tim OKS (Organisasi Keris Siginjai) nya. Lalu, Tim Srikandi Fasha, Tim Cerah Bangkit, Tim Konco Fasha, Milenial Lancang Kuning dan banyak lagi.
Di luar itu, ada juga sebagian tim Fasha yang bergabung ke bariasan Fachrori-Syafril dan Haris-Sani. Namun, mereka dinilai banyak pihak hanya secara pribadi, tanpa membawa massa. Sementara yang bergabung dengan CE-Ratu adalah tim tim inti yang merupakan representasi Fasha.
Seperti diketahui, Jambi Bangkit adalah jargon Fasha-AJB ketika menjadi bakal calon gubernur-wakil gubernur. Keduanya akhirnya gagal maju karena kurang dukungan partai. (Asido Girsang)